Banyuwangi
Tiga Tahun Usulan Perbaikan Gagal di Musrenbang, Warga Ringinagung Banyuwangi Tanami Badan Jalan dengan Pohon Pisang

Banyuwangi Memontum – Viral. Sebuah video berdurasi sekitar 00.41 detik di kawasan pemukiman warga Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, yang nampak badan jalannya ditaruh atau ditanam pohon pisang di kanan-kiri jalan berlubang. Pemandangan itu, berlokasi persis di depan SDN 3 Ringinagung, Sabtu (26/02/2022) pagi.
Dalam video tersebut, tampak puluhan pohon pisang ditanam di tengah jalan raya berlobang sepanjang 4 Kilometer. Di satu sisi, juga nampak kerumunan warga.
“Semua jalan yang berlubang ini, ditanami pohon semua,” ucap salah satu warga.
Penanaman pohon disepanjang jalan raya kabupaten tersebut, adalah sebuah bentuk kekecewaan warga terhadap kebijakan Pemkab Banyuwangi, yang menurut warga tidak mendengarkan aspirasi masyarakat. Karena, hampir setiap tahun Pemerintahan Desa (Pemdes) Ringinagung, sudah mengusulkan perbaikan jalan tersebut.
Baca juga:
- Pemkab Banyuwangi Bersama Forkopimda Deklarasikan SPMB 2026/2027 Bersih dan Transparan
- Bupati Ipuk Lepas Keberangkatan CJH Banyuwangi ke Tanah Suci
- Dinkes Banyuwangi Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Hantavirus
- KPK Lakukan Monev di Desa Percontohan Antikorupsi Sukojati Banyuwangi
- Libur Panjang 1 hingga 3 Mei, Destinasi Wisata di Banyuwangi Diserbu Wisatawan
Sayangnya, usulan melalui Musrenbangdes tidak pernah digubris oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Sehingga, warga melampiaskan kekecewaannya dengan cara menanami jalan berlubang tersebut.
“Percuma, usul perbaikan jalan tidak pernah direspon oleh pemerintah. Jadi, ya ditanami pohon pisang saja,” celetuk salah satu warga.
Melihat puluhan warga sibuk menanami pohon pisang di tengah jalan raya, Kepala Desa Pesanggaran, Sukir, tidak bisa berbuat apa-apa. Sukir juga membenarkan, bahwa apa yang dikeluhkan warga terkait usulan perbaikan jalan raya tersebut, benar adanya.
“Sudah tiga tahun ini saya mengusulkan perbaikan jalan itu. Tapi, hingga tahun 2022 ini masih belum ada respon dari pemerintah daerah,” kata Sukir saat dikonfirmasi memontum.com melalui sambungan telepon selulernya.
Menurut Sukir, aksi yang dilakukan oleh warganya, itu sebagai bentuk kekecewaan. Mereka secara spontanitas melakukan aksi penanaman pohon pisang tersebut.
“Warga sudah capek, setiap Musrenbangdes selalu mengusulkan perbaikan jalan raya itu. Karena Pemkab Banyuwangi tidak merespon usulan itu, ya jadi begini sikap warga dan saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.
Sukir meminta kepada Pemkab Banyuwangi, agar mengabulkan permintaan warganya. “Jalan raya ini tidak hanya sebagai akses masyarakat. Tapi, sebagai sarana peningkatan ekonomi, maka dari itu saya mohon kepada bupati, pejabat dinas atau DPRD Banyuwangi, mendengarkan aspirasi masyarakat agar jalan ini diperbaiki,” paparnya.
Di kecamatan Pesanggaran ini, tambahnya, banyak destinasi wisata. Karenanya, dirinya selaku pejabat desa, memohon Pemkab Banyuwangi segera memperbaiki jalan raya ini.
“Jika jalan rayanya baik, wisatawan yang melewati jalan ini juga bisa merasakan dan masyarakat, khususnya UMKM Desa Pesanggaran bisa berjalan sesuai rencana,” imbuhnya. (aar/sit)

Hukum & Kriminal6 tahunPemuda Pengangguran di Banyuwangi Cabuli Bocah Usia 7 Tahun
Berita6 tahunViral, Pasar Genteng 2 Banyuwangi Usir Gepeng
Berita6 tahunGabungan LSM se-Banyuwangi Dukung Polresta Usut Pemukulan Dokter Jaga RSUD Blambangan
Hukum & Kriminal6 tahunKorsleting, Honda Freed Isi Puluhan Juta Terbakar, Sopir Selamat
Berita6 tahunRSUD Genteng Makamkan Pasien PDP Covid-19
Hukum & Kriminal6 tahunBoboho Pembunuh Rosidah, Polisi ‘Mumet’ 3 Hari Mencari, Ngaku Enak Makan dan Tidur
Banyuwangi10 bulanRatusan WBP Lapas Banyuwangi Terima Remisi, 13 WBP Langsung Bebas
Hukum & Kriminal6 tahunSuami Istri Sindikat Curanmor Disergap Polresta Banyuwangi

















