Hukum & Kriminal
Oknum Anggota LSM Diduga Keroyok Dokter Jaga RSUD Blambangan
Memontum Banyuwangi – Oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMNI) mengeroyok dokter jaga RSUD Blambangan saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Senin (27/7/2020) sekitar pukul 23.45.
Akibat pengeroyokan tersebut dokter jaga langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin membenarkan adanya dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum anggota LSM tersebut.
“Ya benar. Kasus pengeroyokan ini sudah dilimpahkan ke Polresta Banyuwangi,” ujar Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Rabu (29/7/2020) siang.
Aksi pengeroyokan ini kata Kombes Arman sekelompok anggota LSM GMBI saat itu mengantar seorang pasien yang akan berobat di IGD RSUD Blambangan. Yang saat itu dokter jaganya dr.K.
“Menurut keterangan dr K, pasien yang dibawa anggota LSM GMBI sudah dilakukan tindakan medis. Karena kondisi pasien membaik, dr. K merekomendasikan rawat jalan. Tidak perlu rawat inap,” terang Kapolresta Banyuwangi.
Sayangnya, rujukan agar pasien melakukan rawat jalan ditentang oleh oknum LSM tersebut, dan meminta agar pasien dirawat inap.
“Setelah itu terjadi cekcok, dan pengeroyokan dan dugaan adanya penganiayaan,” paparnya.
Atas kejadian tersebut lanjut Wangi 1 sebutan Kapolresta Banyuwangi korban langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Kota Banyuwangi pada keesokan harinya. Oleh Polsek Banyuwangi dilimpahkan ke Polresta Banyuwangi.
“Korban sudah dilakukan visum. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka memar dan lecet dibagian tubuhnya,” katanya.
Sementara, Ketua LSM GMBI Banyuwangi, Subadi melakukan klarifikasi terhadap pelaporan atas dugaan pengeroyokan. Menurutnya, keributan tersebut dipicu dokter jaga tidak bisa menjelaskan secara rinci alasan pasien tidak bisa menjalani rawat inap.
“Pemicu terjadinya keributan itu yang memancing itu dari pihak RSUD Blambangan. Bukan kami,” bantah Subadi kepada sejumlah wartawan, Selasa (28/7/2020) siang.
Terkait pelaporan ke Polisi, Subadi mengaku tidak gentar dan dirinya siap menghadapi dan siap datang ke Polresta Banyuwangi jika dirinya diperiksa. Bahkan Subadi akan membawa seluruh anggota GMBI ke Polresta Banyuwangi jika dirinya dipanggil.
“Kami tidak takut diperiksa, kami siap mati dan di penjara,” tegasnya.
Bahkan Subadi mengancam jika pihak RSUD Blambangan tidak memberikan jawaban secara tertulis, pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran.
“Jika direktur RSUD tidak memberikan penjelasan dan tidak memberikan teguran kepada dokter jaga itu . Kami akan melakukan aksi besar-besaran, yang akan diikuti oleh seluruh anggota GMBI se-Jawa Timur,” katanya.
Namun saat ditanya aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum anggota GMBI, Subandi enggan menjawab pertanyaan wartawan tersebut. (ras/tim)
- Hukum & Kriminal5 tahun
Pemuda Pengangguran di Banyuwangi Cabuli Bocah Usia 7 Tahun
- Berita5 tahun
Viral, Pasar Genteng 2 Banyuwangi Usir Gepeng
- Berita4 tahun
Gabungan LSM se-Banyuwangi Dukung Polresta Usut Pemukulan Dokter Jaga RSUD Blambangan
- Hukum & Kriminal5 tahun
Korsleting, Honda Freed Isi Puluhan Juta Terbakar, Sopir Selamat
- Berita4 tahun
RSUD Genteng Makamkan Pasien PDP Covid-19
- Hukum & Kriminal5 tahun
Boboho Pembunuh Rosidah, Polisi ‘Mumet’ 3 Hari Mencari, Ngaku Enak Makan dan Tidur
- Hukum & Kriminal4 tahun
Suami Istri Sindikat Curanmor Disergap Polresta Banyuwangi
- Hukum & Kriminal4 tahun
5 Anggota LSM GMBI Menjadi DPO