Hukum & Kriminal

Jari Masuk Pelatuk, Bocah di Banyuwangi Tertembak Senapan Angin

Diterbitkan

-

Jari Masuk Pelatuk, Bocah di Banyuwangi Tertembak Senapan Angin

Memontum Banyuwangi – Hati-hati jika bermain senapan angin, terutama jika dipegang atau dekat anak kecil. Seperti yang dialami Bayu (12) asal Dusun Gumukagung, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ia meregang nyawa akibat tertembak di bagian kepalanya, Sabtu (29/03/2020) siang.

Kejadian naas tersebut, terjadi ketika Mulyono paman korban sepulang dari berburu tupai. Korban melihat pamannya datang dengan mengendarai sepeda motor dengan senapan yang dikalungkan di bagian belakang tubuhnya.

Paman korban saat memperagakan terjadinya insiden tertembaknya kepala Bayu dengan disaksikan anggota Polsek Rogajampi dan warga setempat. (ist)

Paman korban saat memperagakan terjadinya insiden tertembaknya kepala Bayu dengan disaksikan anggota Polsek Rogajampi dan warga setempat. (ist)

Korban tertarik dan mendekat. Ia juga dikerumuni anak sebayanya. Korban berusaha naik membonceng ke belakang jok motor pamannya.

Kapolsek Rogojampi Kompol Agung Setyabudi membenarkan adanya anak meninggal dunia diduga tertembak senapan angin di bagian kepalanya.

“Korban sempat dilarikan ke RS Nahdlatul Ulama, Mangir, Rogojampi,” ujar Kompol Agung Setyabudi, Minggu (01/03/2020) siang kepada Memontum.com.

Advertisement

Insiden ini terjadi, kata Kompol Agung ketika Mulyono usai pulang berburu tupai. Korban menyambut kedatangan pamannya dan bonceng ke pamannya. Pada saat itu senapan masih dilakukan di bagian belakang punggung pamannya.

“Tiba-tiba senapan meletus. Diduga tangan korban ini masuk kepada penarik senapan (pelatuk) dan peluru mengenai kepala korban,” ujar Kapolsek Rogojampi.

“Kemudian korban langsung tersungkur ke tanah, dan langsung dibawa ke RSNU untuk menjalani perawatan,” imbuhnya.

Sayangnya, anak semata wayang pasangan Sarwono dan Endang nyawanya tidak tertolong. Sekitar pukul 20.30 korban meninggal dunia.
Dari pengakuan Mulyono, lanjut Agung, mengakui jika senapan angin tersebut masih menyisakan beberapa peluru usai berburu tupai.

Advertisement

“Jadi ketika pulang nembak (Mulyono, red) sudah terbiasa jika para anak anak disini langsung menghampirinya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Gintangan Hardiyono, membenarkan terjadinya musibah tersebut. Menurutnya, jenazah telah dikebumikan Minggu (1/3/2020) siang di pemakaman umum Dusun Gumukagung, Desa Gintangan.

Dari pantauan Memontum.com, hingga berita ini ditulis, Mulyono paman korban masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Rogojampi. Dan barang bukti berupa senapan diamankan di Polsek Rogojampi. (tut/oso)

 

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas