Banyuwangi
Pramuka Lintas Agama Banyuwangi Gelar Kemah Bhakti Merajut Harmoni dalam Kebhinekaan

Memontum Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, membuka pelaksanaan Kemah Bhakti Merajut Harmoni dalam Kebhinekaan, Jumat (19/05/2023) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti Pramuka lintas agama di Banyuwangi dengan kemah bareng di Bumi Perkemahan Wana Jeongmara Campuhan, Songgon, Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menegaskan bahwa pramuka harus bisa menjadi garda terdepan menjaga toleransi antar sesama anak bangsa. Baik yang berbeda suku-bangsa ataupun berbeda agama.
“Pramuka harus bisa menjadi rebound center. Terutama, dalam merajut harmoni di tengah masyarakat,” tegas Ipuk.
Pengembangan karakter dalam pramuka yang menekankan gotong royong dan kebersamaan, tambah Ipuk, adalah modal dasar dalam menjadi rebound center. Dimana, anak-anak muda yang tergabung di dalamnya ikut serta mewujudkan tiga pilar Banyuwangi Rebound.
Baca juga:
- Pemkab Banyuwangi Bersama Forkopimda Deklarasikan SPMB 2026/2027 Bersih dan Transparan
- Bupati Ipuk Lepas Keberangkatan CJH Banyuwangi ke Tanah Suci
- Dinkes Banyuwangi Imbau Masyarakat Waspadai Penyebaran Hantavirus
- KPK Lakukan Monev di Desa Percontohan Antikorupsi Sukojati Banyuwangi
- Libur Panjang 1 hingga 3 Mei, Destinasi Wisata di Banyuwangi Diserbu Wisatawan
“Pasca pandemi ini, kita mencanangkan Banyuwangi Rebound yang terdiri dari tiga pilar. Tangani pandemi, pulihkan ekonomi dan merajut harmoni. Pada pilar terakhir ini, insan pramuka harus hadir dengan segenap gotong royong dan kebersamaannya,” tambah Bupati Ipuk.
Dengan semangat demikian, lanjutnya, maka pramuka akan tetap relevan dalam dinamika zaman. Laju globalisasi dan digitalisasi yang semakin canggih, tetap membutuhkan manusia-manusia yang berkarakter unggul.
“Kita harus menguasai berbagai kemampuan mutakhir, teknologi yang canggih dan lain sebagainya. Tapi, itu semua membutuhkan karakter manusia yang unggul. Karakter toleran, gotong royong, humanis dan lain sebagainya,” ujar Ipuk.
Kemah Bhakti Merajut Harmoni dalam Kebhinekaan sendiri, digelar selama tiga hari. Para peserta akan digembleng tentang materi nasionalisme hingga moderasi beragama. “Kami bertujuan memperkuat kepribadian peserta agar menjadi pribadi yang toleran, jujur, menjauhi Narkoba serta meningkatkan rasa kebangsaan,” kata Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, yang sekaligus Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah.
Adapun pesertanya, berjumlah 721 pramuka yang terdiri dari pramuka penggalang dan penegak. Selain itu, juga didampingi oleh para pembina masing-masing. “Mereka dari perwakilan gugus depan se-Kabupaten Banyuwangi,” papar Sugirah. (kom/sit)

Hukum & Kriminal6 tahunPemuda Pengangguran di Banyuwangi Cabuli Bocah Usia 7 Tahun
Berita6 tahunViral, Pasar Genteng 2 Banyuwangi Usir Gepeng
Berita6 tahunGabungan LSM se-Banyuwangi Dukung Polresta Usut Pemukulan Dokter Jaga RSUD Blambangan
Hukum & Kriminal6 tahunKorsleting, Honda Freed Isi Puluhan Juta Terbakar, Sopir Selamat
Berita6 tahunRSUD Genteng Makamkan Pasien PDP Covid-19
Hukum & Kriminal6 tahunBoboho Pembunuh Rosidah, Polisi ‘Mumet’ 3 Hari Mencari, Ngaku Enak Makan dan Tidur
Banyuwangi10 bulanRatusan WBP Lapas Banyuwangi Terima Remisi, 13 WBP Langsung Bebas
Hukum & Kriminal6 tahunSuami Istri Sindikat Curanmor Disergap Polresta Banyuwangi

















