Banyuwangi

Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran

Diterbitkan

-

STOK: Bupati Banyuwangi bersama Forkopimda saat memastikan ketersediaan komoditas hadapi Lebaran. (pemkab for memontum)

Memontum Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani bersama Forkopimda, melakukan pengecekan langsung stok pangan di Gudang Bulog Banyuwangi dan memantau cadangan BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjungwangi, Rabu (25/02/2026) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya Pemkab Banyuwangi dalam memastikan ketersediaan komoditas bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Dikatakan Bupati Ipuk, dari pengecekan itu diketahui bahwa stok bahan pokok di Banyuwangi masih surplus dan bahkan memenuhi kebutuhan daerah lain. “Alhamdulillah dari hasil pengecekan kami hari ini, stok beras, minyak goreng maupun BBM dan gas elpiji di Banyuwangi sangat cukup. Harga terkendali,” kata Bupati Ipuk.

Dirinya juga menambahkan, pemerintah daerah akan rutin memantau perkembangan stok dan distribusi bahan pokok, serta energi secara berkelanjutan untuk mencegah adanya permainan harga di tingkat pasar. “Kami terus melakukan pengawasan bersama Tim TPID, Satgas Pangan Polresta, juga Bulog. Selain untuk menjaga stabilitas harga, kita juga bersama-sama mengawasi agar tidak ada permainan dari para tengkulak,” ujar Bupati Ipuk.

Kepala Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menyebut bila stok beras di Gudang Bulog Banyuwangi saat ini ada sebanyak 97 ribu ton. Stok tersebut sangat cukup, untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Banyuwangi selama Ramadan dan Lebaran. Bahkan, Bulog Banyuwangi bisa mensuplai daerah Indonesia bagian timur yang defisit beras. Seperti Papua dan NTT.

Advertisement

“Realisasi penyerapan, kami sudah mencapai sekitar 28 persen dari target, padahal masih Februari ya. Artinya tren penyerapan cukup bagus dan stok cadangan akan terus bertambah,” jelas Dwiana.

Baca juga :

Terpantau di Pasar Blambangan, harga beras premium kemasan 5 kg sebesar Rp 75 ribu, beras kualitas medium kemasan 5 kg sebesar Rp 68 ribu. Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng. Saat ini stok minyak goreng di gudang mencapai sekitar 38.000 liter.

Dalam waktu dekat, Bulog juga akan menerima tambahan pasokan sekitar 100 ribu liter. Stok komoditas pangan lain juga tersedia di Bulog, seperti gula sebanyak 85 ton.

“Untuk menjaga stabilitas harga, kami bersama Pemkab dan TPID rutin menggelar pasar murah setiap harinya di tiap kecamatan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Cadangan pangan Banyuwangi sangat aman,” tambahnya.

Advertisement

Integrated Terminal Manager Tanjungwangi PT Pertamina Patra Niaga, Alia Anggraini, mengatakan jika ketersediaan BBM dan LPG mencukupi selama Ramadan dan Lebaran. Konsumsi harian BBM Banyuwangi yang dilayani pihaknya, mencapai sekitar 2.300 – 2.500 kiloliter perhari untuk seluruh produk. Menjelang periode mudik, kebutuhan biasanya meningkat menjadi sekitar 2.700 – 2.800 kiloliter perhari.

Kenaikan konsumsi paling terlihat pada biosolar dan pertalite. Khusus pertalite, peningkatan biasanya terjadi sekitar H-7 Lebaran dengan tren kenaikan sekitar 3-5 persen dibandingkan hari normal.

“Sementara dari sisi cadangan, kapasitas tangki BBM seperti pertalite di kami itu mencapai sekitar 32.000 kiloliter dengan kapasitas tangki di atas 20 hari. Jadi stok aman,” kata Alia.

Begitupun dengan LPG, kebutuhan konsumsi masyarakat Banyuwangi mencapai 200 metrik ton per hari. Sementara kapasitas tangki yang dimiliki, mencapai 10 ribu metrik ton.

Advertisement

“Stok LPG juga aman. Sementara kita tidak melakukan extra dropping, karena alokasi yang ada masih cukup,” terangnya. (kom/bwi/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas