Banyuwangi

Bupati Ipuk Lakukan Percepatan Gerakan Tanam Padi serentak di Seluruh Banyuwangi

Diterbitkan

-

TANAM: Pemkab Banyuwangi saat melakukan gerakan tanam padi serentak. (pemkab for memontum)

Memontum Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melakukan percepatan tanam padi di seluruh wilayah dengan gerakan tanam serentak. Tujuannya, untuk antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini.

Diuraikan Bupati Ipuk, gerakan tanam serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian, yang digelar serentak di Jawa Timur, Kamis (23/04/2026) kemarin. “Ini salah satu antisipasi menghadapi musim kemarau panjang. Yaitu, melakukan percepatan musim tanam sebelum puncak kemarau panjang,” kata Bupati Ipuk, Jumat (24/04/2026) tadi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menambahkan bahwa di Banyuwangi, aksi tanam padi bersama dipusatkan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dengan luasan 2,5 hektare. “Secara keseluruhan, luas penanaman serentak di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada periode ini, mencapai 672 hektare,” ujar Danang.

Baca juga :

Advertisement

Upaya ini dilakukan, untuk mendukung percepatan target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur, yang saat ini tercatat berada di angka 46,16 persen atau setara dengan 173.320 hektare. Danang juga menegaskan, percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir April.

“Kami telah mengirimkan surat edaran kepada para kelompok tani, agar mempercepat masa tanam. Sebab, ketersediaan air saat ini masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan awal padi sebelum debit air menyusut akibat kemarau,” tambahnya.

Imbauan itu, merespons rilis prediksi musim kemarau 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Surat Menteri Pertanian RI Nomor B-73/TI.050/M/03/2026 dalam rangka mengantisipasi dampak musim kemarau. “Kami mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pertanaman (standing crops) dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah,” kata Danang. (kom/bwi/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas