Banyuwangi
Juara Pertama Banyuwangi Ijen Green Trail Run 2025 Asal Jerman Kagumi Keindahan dan Rute yang Disuguhkan

Memontum Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyerahkan langsung hadiah bagi para pemenang Banyuwangi Ijen Green Trail 2025, Minggu (07/09/2025) tadi.
Dalam momen itu, Bupati Ipuk kembali menyampaikan bahwa gelaran ini bukan hanya sekadar ajang olah raga. Sebaliknya, Banyuwangi Ijen Green Trail Run juga menjadi bagian dari promosi pariwisata berbasis sport tourism. Itu karena, pesona Geopark Ijen yang unik dipadukan dengan jalur ekstrem, membuat ajang ini bukan hanya tantangan olah raga, tetapi juga pengembangan wisata daerah.
“Jalur yang dilewati masuk dalam site Geopark Ijen. Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus menguatkan branding Banyuwangi, yang menekankan kekuatan alam, budaya dan keberlanjutan,” kata Bupati Ipuk.
Sebagaimana diketahui, bahwa Banyuwangi Ijen Green Trail Run 2025, digelar selama hari atau sejak Sabtu kemarin. Selama gelaran, tentunya memberikan kesan tersendiri bagi ratusan pelari dari dalam dan luar negeri. Hal ini karena, event ini menawarkan kombinasi tantangan fisik dan panorama Geopark Gunung Ijen yang mendunia.
Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 378 pelari ambil bagian di kompetisi yang masuk dalam kalender Asia Trail Master itu. Sementara untuk pesertanya, datang dari berbagai negara, seperti Singapura, Jepang, China, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Mesir, Prancis, Belanda, hingga Jerman. Termasuk, pelari dari berbagai kota di Indonesia, turut meramaikan ajang ini.
Sejumlah peserta, terbagi dalam empat kategori. Yakni 8 km, 14 km, 25 km dan 50 km.
Baca juga :
Pelari asal Jerman yang berhasil menjadi Juara Pertama Kategori Master Men 25 km, Thimo Kilberth (51), dalam kesempatan itu mengaku kagum dengan keindahan panorama dan sekaligus beratnya rute yang ditawarkan Banyuwangi Ijen Green Trail Run. “Lintasannya berat, tapi sangat indah. Apalagi saat naik ke Kawah Ijen. Semuanya luar biasa,” katanya, seusai tiba di garis finish, Minggu (07/09/2025) tadi.
Bagi dirinya, pengalaman berlari di Banyuwangi, sangat berbeda dibandingkan event trail run lain di berbagai negara. Fenomena alam seperti Blue Fire Kawah Ijen serta jalur menembus Gunung Ranti, menjadi nilai tambah yang sulit ditemui di tempat lain.
Sejak garis start, para pelari sudah dihadapkan dengan trek menantang. Jalur yang dilalui bervariasi, mulai dari jalan setapak, jalur berbatu, tanjakan curam, hingga turunan ekstrem yang menguji daya tahan fisik dan mental. Meski demikian, kelelahan mereka terbayar oleh pemandangan indah berupa perkebunan hijau, hutan pinus, kebun kopi, hingga padang ilalang yang terbentang di sepanjang lintasan.
Pelari asal Jember yang keluar sebagai Juara Umum Kategori 50 km Men, Akhmad Nizar, juga memberikan kesan positif tidak jauh berbeda. Yaitu, rute yang dilintasi menjadi paket lengkap.
“Treknya sangat menantang. Komplit lewat Gunung Ranti dan Ijen. Wisatanya juga makin bagus dan ramai,” ungkapnya. (kom/bwi/gie)

Hukum & Kriminal6 tahunPemuda Pengangguran di Banyuwangi Cabuli Bocah Usia 7 Tahun
Berita6 tahunViral, Pasar Genteng 2 Banyuwangi Usir Gepeng
Berita6 tahunGabungan LSM se-Banyuwangi Dukung Polresta Usut Pemukulan Dokter Jaga RSUD Blambangan
Hukum & Kriminal6 tahunKorsleting, Honda Freed Isi Puluhan Juta Terbakar, Sopir Selamat
Berita6 tahunRSUD Genteng Makamkan Pasien PDP Covid-19
Hukum & Kriminal6 tahunBoboho Pembunuh Rosidah, Polisi ‘Mumet’ 3 Hari Mencari, Ngaku Enak Makan dan Tidur
Banyuwangi10 bulanRatusan WBP Lapas Banyuwangi Terima Remisi, 13 WBP Langsung Bebas
Hukum & Kriminal6 tahunSuami Istri Sindikat Curanmor Disergap Polresta Banyuwangi

















