Connect with us

Berita

BPJS Kesehatan Banyuwangi Melayani Sepenuh Hati

Diterbitkan

||

Masyarakat Banyuwangi yang mendaftar menjadi peserta BPJS kesehatan Banyuwangi. (ist)
Masyarakat Banyuwangi yang mendaftar menjadi peserta BPJS kesehatan Banyuwangi. (ist)

Memontum Banyuwangi – Upaya pemerintah dalam pelayanan di bidang kesehatan mulai dirasa penting bagi masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi baru di lahirkan, kalangan pensiunan dan para pekerja. Pemerintah melalui BPJS kesehatan terus bekerja keras untuk menyadarkan masyarakat arti pentingnya kata “sehat”.

Pelayanan yang paling banyak di lakukan oleh masyarakat adalah pengaktifan lagi kartu yang sudah non aktif dan pendaftaran baru sebagai anggota peserta BPJS.

Mulyono asal Desa Bangsring misalnya yang mempunyai pengalaman sangat tidak menyenangkan ketika sebelum mengikuti BPJS.

“Saya sangat bangga dan berterimakasih kepada pemerintah, dengan adanya BPJS ini saya dan keluarga yang biasanya malas periksa ke dokter ataupun rumah sakit karna terbentur bisanya sekarang sudah tidak lagi, karna pemerintah sudah membantu kami untuk hidup sehat dan selalu periksa sebelum sakit,” ucapnya.

Saat ini kesadaran masyarakat akan adanya jaminan kesehatan yang sudah pemerintah lakukan melalui BPJS. Dan BPJS ini mampu menjadi bagian pokok dalam kehidupan masyarakat.

Kepala Bidang SDM UKP BPJS Kesehatan Banyuwangi, Edy Agus Riyanto menyatakan pihaknya merasa bersyukur peserta jaminan kesehatan terus meningkat.

“Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjadi bagian dari peserta jaminan kesehatan kini semakin meningkat dari hari ke hari, dan dalam sehari kami bisa melayani sekitar lebih dari seratus anggota jaminan sehat, dan tentunya ini menjadi PR juga bagi BPJS untuk terus meningkatkan layanan masyarakat untuk mempermudah masyarakat untk memiliki kartu jaminan sehat,” ungkapnya.

Keseriusan pemerintah untuk membantu masyarakat menuju Indonesia sehat tidak hanya slogan saja. Dan masyarakat tidak lagi malas memeriksakan diri dikarenakan faktor keterbatasan biaya. (Ind/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

PT BSI Bersama Pemkab Banyuwangi Gelar FGD

Diterbitkan

||

Situasi Focus Group Discussion (FGD) yang di gelar PT BSI dan Pemkab Banyuwangi, bertempat di Hotel Santika, Selasa (19/10/2019) siang. (ist)
Situasi Focus Group Discussion (FGD) yang di gelar PT BSI dan Pemkab Banyuwangi, bertempat di Hotel Santika, Selasa (19/10/2019) siang. (ist)

Memontum Banyuwangi – PT Bumi Suksesindo (BSI) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banyuwangi, Selasa (19/11/2019) siang, di Hotel Santika Banyuwangi, menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat (PPM).

Perwakilan dinas-dinas Pemda Banyuwangi tampak hadir mengikuti kegiatan. Camat Pesanggaran, Sugiyo Dermawan, beserta lima kepala desa se-wilayah Kecamatan Pesanggaran juga hadir.

Para peserta ini duduk bersama membahas pelaksanaan PPM PT BSI yang telah berlangsung sejak 2012 hingga 2018.

Tujuannya adalah untuk mensinergikan program-program perusahaan dengan program-program pemerintah agar dampak dan manfaatnya kian besar dirasakan oleh masyarakat.

“Tujuannya adalah untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan agar ke depannya semakin baik,” ungkap Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono, di lokasi FGD.

Forum ini juga menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan, khususnya dari wilayah Pesanggaran, untuk menyampaikan pandangan dan gagasannya terkait program sosial perusahaan. Mereka secara bergantian menyampaikan pandangan dan gagasannya.

“Hal ini sangat positif karena dapat mengukur efektivitas program dan besaran dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” imbuh Sudarmono.

Melalui FGD ini dicapai satu kesepahaman bahwa program sosial perusahaan tidak bisa menggantikan atau tumpang tindih dengan program-program dari pemerintah. Program-program tersebut harus saling melengkapi, sehingga sasaran dan akuntabilitasnya jelas.

Semua pihak berharap setiap program yang dilaksanakan membawa dampak positif bagi masyarakat. Sehingga, dapat menopang kesuksesan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (tut/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Sumawi : Untuk Kesejahteraan, Perlu Penekanan Pemberdayaan Masyarakat

Diterbitkan

||

Sumawi saat dilantik Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (20/11/2019) siang. (tut)
Sumawi saat dilantik Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (20/11/2019) siang. (tut)

Memontum Banyuwangi – Pelantikan 128 Kepala Desa (Kades) oleh bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (20/11/2019) siang. Ada satu Kades yang dulunya berprofesi wartawan.

Dia adalah, Sumawi (52) asal Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi ini pernah bergabung di harian Pagi Memo X (Induk Memontum.com).

“Saya mohon dukungannya mas, agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Sumawi kepada Memo X /Memontum.Com usai dilantik oleh bupati Anas.

Pria berperawakan tinggi besar itu mengaku, saat dirinya mencalonkan diri dalam bursa PIlkades Desa Kluncing ingin membangun desa dengan baik. Dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat desa dengan baik.

“Kepercayaan masyarakat Desa Kluncing yang telah memilih saya menjadi Kades ini, akan saya jalankan sebaik mungkin. Dan saya akan menjadi pelayan yang baik terhadap warga Desa Kluncing,” kata Sumawi.

Lanjut Sumawi, untuk menciptakan lapangan kerja. Pihaknya akan menekankan pemberdayaan masyarakat.

“Saya akan menekankan pemberdayaan untuk menciptakan lapangan kerja agar ekonomi masyarakat terangkat, dan masyarakat Desa Kluncing sejahtera,” paparnya.

Disamping itu kata Sumawi, letak geografis desa Kluncing dibawah kaki Gunung Ijen, memiliki pesona alam yang indah dan masih alami.

“Saya akan menciptakan lapangan kerja di sektor wisata. Karena alam di Desa Kluncing ini sangat indah, dan masih alami. Kalau wisata alam ini kita kelola dengan baik, bisa membawa keuntungan, dan mampu mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sebagai Kades yang baru dilantik, Sumawi mengaku masih banyak kekurangan-kekurangan. Agar pemerintah desa bisa berjalan baik, dirinya butuh suport dan kritik dari masyarakat.

“Saya butuh kritik yang membangun, agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa Kluncing bisa terlaksana,” pintanya.

Sebagai mantan jurnalis, Sumawi mengaku sangat membutuhkan jurnalis untuk memberitakan pembangunan desa. Karena tanpa ada pemberitaan yang baik, tidak mungkin sebuah desa bisa maju.

“Orang bisa besar dan terkenal karena peran jurnalis. Makanya saya butuh pemberitaan yang mengakar kemajuan desa, terutama Desa Kluncing,” harap Sumawi. (tut/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Joko Prasetyo Pimpin JBS, Deklarasikan Perangi Hoax

Diterbitkan

||

Jajaran Pengurus Jurnalis Banyuwangi Selatan (JBS) saat drklari dan pengukuhan, bertempat di Wana Wisata Air Terjun Legomoro, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (16/11/2019) sore. (tut)
Jajaran Pengurus Jurnalis Banyuwangi Selatan (JBS) saat drklari dan pengukuhan, bertempat di Wana Wisata Air Terjun Legomoro, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (16/11/2019) sore. (tut)

Memontum Banyuwangi – Joko Prasetyo resmi menjadi ketua Jurnalis Banyuwangi Selatan (JBS) yang meliputi Kecamatan Rogojampi hingga Kecamatan Kalibaru.

Dinobatkannya Joko Prasetyo setelah dilakukan pemilihan suara secara voting yang mayoritas memilihnya. Acara pengukuhan dan deklarasi pengurus JBS, bertempat di Wana Wisata Air Terjun Legomoro, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (16/11/2019) sore.

Dengan seragam merah menyala, puluhan anggota JBS tampak bersemangat mengikuti acara pengukuhan dan pelantikan yang dipimpin dewan pendiri Samsul Arifin alias Bono. Bahkan dengan tegas pengurus dan anggota mendeklarasikan bersama untuk memerangi berita Hoax yang diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota.

“Intinya, kami mempererat silaturahmi dengan awak media secara luas guna membangun Banyuwangi lebih baik kedepanya,” kata Joko.

Tentunya, kata Joko, hal tersebut tidak terlepas dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta patuh dengan Undang Undang. Dalam kesempatan itu, mereka pun juga berdiskusi dengan tema ‘Berhimpun Untuk Pemerataan Informasi dan Pembangunan Banyuwangi’.

“Kegiatan ini menjadi warna baru untuk dapat memberikan sumbangsih positif pada dunia pers. Dan kami juga siap bersinergi dengan pemerintah,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Humas Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Sunardi, mengatakan, dengan keberadaan komunitas JBS ini berharap dunia Jurnalistik semakin kompak dan jaya.

“Semoga JBS ini memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya Banyuwangi,” ujarnya.

Sekedar diketahui, JBS ini diketuai oleh Joko Prasetyo, Sekretaris : Abi, dan Bendahara: Agus Salim. Selanjutnya untuk Penasehat yakni Gatut Imawan dan Indra Gunawan. Kemudian sebagai koordinator yakni Heru Cahyo, dan Yoga Yuliarto, SH. (tut/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending