Connect with us

Pemerintahan

Komisi 1 DPRD Banyuwangi Sidak di MPP Hasilnya Mengecewakan

Diterbitkan

||

Ketua Komisi 1 DPRD Banyuwangi, Irianto, SH didampingi anggota Komisi 1 dari fraksi Golkar, Marifatul Kamilah, SH saat melakukan sidak di Mal Pelayanan Publik. (ras)
Ketua Komisi 1 DPRD Banyuwangi, Irianto, SH didampingi anggota Komisi 1 dari fraksi Golkar, Marifatul Kamilah, SH saat melakukan sidak di Mal Pelayanan Publik. (ras)

Sepi Banyak yang Bolos Kerja

Memontum Banyuwangi – Hari pertama masuk kerja usai libur hari Raya Idul Fitri, Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan sidak di RSUD Blambangan dan Mal Pelayanan Publik (MPP). Sidak dipimpin ketua Komisi 1, Irianto, SH hasilnya sangat mengecewakan.

Kekecewaan Irianto saat mendatangi MPP Banyuwangi, saat dirinya masuk ke kantor MPP tidak ada satupun pejabat yang masuk kerja. Apalagi, ditempat tersebut tidak diterapkan protokol kesehatan, masih banyak masyarakat yang datang ke MPP tidak memakai masker.

“Seharusnya, tempat pelayanan publik harus menerapkan sosial distancing, jika ada warga atau masyarakat yang mengurus dokomen disini diwajibkan pakai masker, untuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19” ujar Irianto kepada memontum dot com, Selasa (27/5/2020) siang.

Apalagi, kata Irianto petugas MPP masih banyak yang belum masuk kerja. Sehingga pelayanan kepada masyarakat sangat terganggu.

“Mulai kepala dinas perijinan hingga kasi-nya belum ada yang masuk kerja,” ungkap anggota DPRD Banyuwangi dari fraksi PDI Perjuangan.

Situasi di MPP berbeda dengan RSUD Blambangan. Menurut Irianto untuk di RSUD Blambangan pihaknya sangat mengapresiasi, menurutnya, pada hari pertama masuk kerja, semua karyawan RSUD Blambangan sudah standby semua.

“Untuk RSUD Blambangan, saya sangat mengapresiasi karena di hari pertama semua sudah setenbay dan sudah siap siaga sesuai yang kita inginkan. Berbeda, dengan MPP pelayanannya masih belum maksimal, yang ada cuma dari dinas perijinan dan perpajakan saja, lainnya masih banyak yang kosong,” ungkap Irianto.

“Untuk penanganan pasien yang terdampak Covid-19, ditangani dengan baik. Di ruang isolasi terdapat 3 pasien, di ruang isolasi 2 ada 2 pasien ODP dan PDP, sedangkan diruang isolasi 3 ada 1 pasien PDP semua pasien ditangani dengan baik. Dan saat menjalani isolasi di RSUD Blambangan tidak bersamaan, ada yang 10 hari, 8 hari dan 6 hari,” imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, Komisi 1 DPRD Banyuwangi berencana akan memanggil Kepala Dinas (Kadis) Perijinan terkait hal ini.

“Kalau situasi seperti ini, banyak karyawan masih belum banyak yang masuk kerja, bagaimana dengan pelayanan masyarakat, jelas terganggu. Terkait masalah ini saya akan memanggil Kadis Perjinan. Apalagi, saat saya datang di MPP Kadis Perjinan juga tidak ada ditempat,” tegasnya.

Atas temuan ini lanjut ketua Komisi 1 DPRD Banyuwangi pihaknya akan melaporkan ke ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.

“Jelas, temuan ini akan saya laporkan ke ketua DPRD,” tandasnya. (ras/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending