Connect with us

Pendidikan

‘Wong’ Banyuwangi, Teguh Sumarno Pimpin PGRI Jatim

Diterbitkan

||

'Wong' Banyuwangi, Teguh Sumarno Pimpin PGRI Jatim

Banyuwangi Memontum – Teguh Sumarno pimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur mengungguli Samari dengan perolehan suara yang cukup signifikan.

Terpilihnya Teguh Sumarno sudah diprediksi banyak kalangan, terutama Pengurus Kelompok (PK) PGRI Banyuwangi, Mh Rifa’i jika Teguh Sumarno mantan Rektor Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) bakal menjadi orang satu di jajaran PGRI Jatim.

H Teguh Sumarno. (ist)

H Teguh Sumarno. (ist)

“Kemenangan Teguh Sumarno tidak lepas dari kekuatan jaringan yang sudah dibangun sejak lama,” ungkap Mh. Rifa’i.

Bahkan, kompetensi komunikasi baik secara horizontal maupun vertikal sangat luar biasa. Makanya tidak sulit untuk membangun opini dan mengumpulkan kekuatan. Sifat dan watak sosialnya sangat tinggi.

“Kalau orang Jawa bilang Pak Teguh itu sosok yang loman (jiwa sosialnya tinggi-red),” ujarnya.

Menurut Mh Rifa’i sama sekali tidak mengagetkan massa PGRI Jatim tentang tampilnya H Teguh dalam pemilihan itu. Hampir di seluruh Jatim, nama Teguh Sumarno sudah sangat familiar.

Kiprahnya di dunia pendidikan PGRI tidak diragukan. Pendiri yayasan Puspa Bangsa Cluring ini, sudah malang melintang di dunia pendidikan mulai dari TK sampai dengan PT. Sangat layak pimpin PGRI Jatim.

Kemenangan mutlak kubu Teguh Sumarno, MM asal Banyuwangi bakal mengubah tradisi di kepengurusan PGRI Provinsi yang sebelumnya selalu dikuasai orang sekitar Surabaya.

Masih menurut Mh Rifa’i, mantan Rektor III periode Uniba Banyuwangi itu mendapatkan amanah dari massa guru dengan perolehan 1350 suara, sementara lawannya H.Samari dapat 613 suara. Sama-sama kader dari PT PGRI, sama-sama pernah menjabat rektor. Ternyata H Teguh lebih populis.

“Pengurus PGRi Banyuwangi maupun pengurus PGRI yang ada di Jawa Timur kalau Teguh Sumarno jadi ketua PGRI Jatim. Orangnya sangat low profil, sangat berpengalaman, dan Kader PGRI,” katanya.

Selanjutnya tokoh pendidik yang juga Kepala SMA Negeri Taruna Santri Darussholah Singojuruh berharap program-program PGRI di bawah komando H Teguh bisa membawa perubahan yang signifikan khususnya tentang keikutsertaan dalam peningkatan kualitas.

Banyak persoalan seputar pendidikan dan guru di Jawa Timur yang akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pengurus baru.
Bermitra dengan Pemprov dan Pemkab/Pemkot, PGRI diharapkan bisa menjawabnya. Persoalan yang paling krusial di antaranya adalah persoalan nasib honorer guru dan tenaga kependidikan.

“Kita doakan, kepemimpinan H Teguh Sumarno di PGRI Jatim benar-benar bisa diharapkan dan diandalkan. Itu namanya pemimpin yang amanah. Selamat dan sukses Pak H Teguh,” pungkas Mh Rifai. (ras/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending