Connect with us

Hukum & Kriminal

Penjual Bom Perusak Terumbu Karang Terancam Hukuman Mati

Diterbitkan

||

Penjual Bom Perusak Terumbu Karang Terancam Hukuman Mati

Memontum Banyuwangi – Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap peredaran dan perakitan bom molotov. Dari pengungkapan ini, aparat berhasil mengaman bahan peledak yang siap jual dan menyeret tersangka perakit bom tersebut.

AB (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi menjalani bisnis penjualan bom molotov sudah dilakoni sejak 6 bulan lalu. Perbomnya AB menjual seharga Rp 300 ribu.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat menggelar jumpa pers penjual bom molotov, bertempat di Mapolresta Banyuwangi, Senin (9/12/2019) siang. (ras)

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat menggelar jumpa pers
penjual bom molotov, bertempat di Mapolresta Banyuwangi, Senin (9/12/2019) siang. (ras)

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, dalam keterangannya, tersangka AB mengakui penjualan bom molotov ini. Dia nekat merakit dan menjual bom ini karena desakan ekonomi dan untuk membayar hutang.

“Dari penangkapan tersang AB ini, kami berhasil mengamankan 4 bom,” ujar AKBP Arman Asmara, Senin (9/12/2019) siang.

“Saat ditangkap, tersangka AB ini sedang menunggu pembeli bom asal Kecamatan Muncar,” imbuhnya.

Bom molotov hasil rakitan ini, dijual ke seseorang untuk mengebom ikan. Padahal, sesuai dengan aturan, menangkap ikan dengan cara mengebom tersebut dilarang. Disamping bisa merusak terumbu karang dan bisa mematikan bibit ikan.

“Menangkap ikan dengan cara mengebom itu dilarang, bukan hanya ikan yang besar yang mati, bibit ikan bisa mati juga. Dan merusak terumbu karang,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka AB dikenakan UU Darurat Republik Indonesia, No 12 tahun 1951 ancamannya hukuman mati, atau 20 tahun penjara.

“Ancaman undang undang darurat sudah jelas, bisa hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara,” paparnya.

Dalam menjalankan bisnis ini, tersangka AB tidak hanya menjual di Kabupaten Banyuwangi saja. Namun sudah merambah di wilayah tapal kuda.

“Bom molotov ini tidak hanya di jual di Banyuwangi. Tersangka sudah menjual di wilayah tapal kuda,” paparnya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin menghimbau kepada seluruh masyarakat Banyuwangi terutama kepada nelayan untuk menjaga perairan di wilayah Banyuwangi. Jika menangkap ikan, hendaknya memakai alat tangkap ikan yang sesuai dengan aturanya. Jika menangkap ikan dengan cara tidak benar, akan merusak ekosistem, dan biota laut.

“Kalau nangkap ikan dengan cara mengebom siapa yang dirugikan, ya nelayan sendiri, sudah bibit ikannya mati, terumbu karang juga ikut rusak,” himbau Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin. (ras/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Janin Terbungkus Koran, Diselipi Uang Rp 100 Ribu dan Secarik Kertas “Tolong Dikubur”

Diterbitkan

||

Janin Terbungkus Koran, Diselipi Uang Rp 100 Ribu dan Secarik Kertas Tolong Dikubur

Memontum Banyuwangi – Penemuan janin gegerkan warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah. Janin bayi terbungkus koran dan dimasukkan ke kantong plastik ditemukan warga setempat di pinggir jalan raya, Minggu (19/01/2020) pagi. Diperkirakan, umur janin baru berusia 5 bulan dalam kandungan sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Sutiani (55)warga setempat, orang yang pertama kali menemukan janin bayi tersebut mengungkapkan, saat itu dirinya sedang olah raga, tiba-tiba matanya tertuju pada bungkusan koran yang ditaruh di tas plastik.

Janin bayi yang diperkirakan umur 5 bulan yang ditemukan warga Desa Kampung Anyar, Minggu (19/01/2020). (ist)

Janin bayi yang diperkirakan umur 5 bulan yang ditemukan warga Desa Kampung Anyar, Minggu (19/01/2020). (ist)

“Secara tidak sengaja saya menendang bungkusan ini, hingga bungkusan tersebut terjatuh di dalam jurang yang tidak begitu dalam,” ujar Sutiani.

Lantaran bungkusan mengeluarkan bau tidak sedap, Sutiani menaruh curiga, dan membuka bungkusan tersebut. Saat dibuka ternyata bungkusan tersebut berisi janin bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya dari hasil hubungan gelap, dan sengaja dibuang dipinggir jalan.

“Karena bungkusan itu mengeluarkan bau tidak sedap, saya memberanikan diri membuka bungkusan itu. Setelah saya buka, ternyata berisi janin bayi. Perkiraan saya umur janin itu sekitar 5 sampai 6 bulan,”paparnya.

Didalam bungkusan plastik itu, lanjut Sutiani terdapat uang Rp 100 ribu serta secarik kertas bertuliskan “tolong dikubur”. Menurutnya, orang yang menemukan bayi ini untuk mengubur janin tersebut, dan uang tersebut sebagai biaya pemakamannya.

“Benar. Didalam bungkusan itu juga ditemukan uang pecahan Rp 100 ribu, dan selembar kertas bertuliskan tolong kuburkan,” paparnya.

Penemuan janin bayi di pinggir jalan raya tersebut, langsung menjadi perhatian Polsek Glagah. Dan tim Reskrim Polsek Glagah langsung melakukan pemeriksaan saksi-saksi mengumpulkan barang bukti agar segera mengungkapkan siapa pelaku pembuang bayi di pinggir jalan raya tersebut.

Kapolsek Glagah AKP Imron melalui Kanit Reskrim mengatakan, pihaknya langsung mengevakuasi janin tersebut, dan mengamankan barang bukti, termasuk uang Rp 100 ribu dan selembar kertas yang bertuliskan “tolong koburkan”.

“Untuk janin bayi sudah kami evakuasi ke RSUD Blambangan. Kita masih melakukan penyelidikan. Bukti secarik kertas dan uang Rp 100 ribu masih kita amankan untuk mengungkap kasus ini. Mudah-mudahan bisa segera terungkap siapa pembuang janin ini,” tegas Kanit Reskrim Aiptu Slamet Edi. (ras/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gudang Kayu dan Mebel di Banyuwangi Terbakar

Diterbitkan

||

Gudang Kayu dan Mebel di Banyuwangi Terbakar

Memontum Banyuwangi – Si jago merah melalap gudang kayu dan meubel milik Abdullah Syihab yang beralamat di jalan raya Brawijaya, Kelurahan Kebalenan, Kamis (16/01/2020) pagi. Diduga akibat korsleting listrik. Meski tidak memakan korban jiwa, kebakaran tersebut menghebohkan dan membuat panik warga setempat.

Menurut warga setempat, kebakaran tersebut diketahui oleh seseorang yang sedang melintas di jalan tersebut melihat adanya kepulan asap dan kobarkan api yang cukup besar di gudang kayu tersebut.

Si jago merah melalap meubelir dan gudang kayu milik Abdullah Syihab, warga Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (16/01/2020) pagi. (ras)

Si jago merah melalap meubelir dan gudang kayu milik Abdullah Syihab, warga Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (16/01/2020) pagi. (ras)

“Yang kebakaran ini gudang kayu,” ujar Tadin warga setempat.

Menurut Hariyadi, kobaran api bermuka dari gudang kayu dan meubeler, karena kebakaran api semakin hebat, hingga menjalar hingga ke tempat pemotongan kayu, hingga membakar mesin pemotong kayu.

“Pertama kali yang tahu itu tetangga saya. Dia melihat kobaran api di bagian tengah meubel. Saat dia melihat, api sudah membesar, kemungkinan api yang membakar gudang meubel dan kayu ini akibat konslet listrik. Apalagi dalam gudang itu banyak barang yang mudah terbakar dan banyak kabel listrik di dalam gudang itu,” kata Hariyadi.

Selain membakar kayu, timpal Karim kebakaran ini membakar meubel yang sedang diproduksi.”Kayu dan meubel yang sedang diproduksi juga habis terbakar,” kata penjaga gudang meubel.

Menurut Karim, dirinya menduga, kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Dan pihak Pemadam Kebakaran terus berusaha memadamkan kobaran api agar tidak menjalar ke tempat yang lainnya.

“Saya belum tahu apa penyebab kebakaran ini. Sebab saat kejadian tidak ada orang, dan berapa tingkat kerugian akibat kebakaran ini saya juga tidak tahu,” paparnya. (ras/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Cluring Waterpark Diduga Tidak Berijin, Ini Tanggapan Bomba

Diterbitkan

||

R Bomba Sugiarto (istimewa)
R Bomba Sugiarto (istimewa)

Memontum Banyuwangi – Tempat rekreasi Cluring Waterpark, berlokasi di Desa Cluring, Kecamatan Cluring diduga belum mengantongi Surat Tanda Usaha Pariwisata (TDUP). Kuasa hukum Cluring waterpark R Bomba Sugiarto langsung angkat bicara.

Menurut Bomba, panggilan akrab R. Bomba Sugiarto membantah kalau Cluring waterpark belum memiliki Surat Ijin Pengambilan Air Tanah (SIPA), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), AMDAL, SIMA, AMDAL LALIN, SIUP, NIB, dan ABT. Menurutnya, semua persyaratan itu sudah dimiliki semua.

“Seluruh perijinan itu sudah kami miliki,” tegas Bomba.

Adanya laporan dugaan pelanggaran tersebut, kata Bomba sangat tendensius dan sangat merugikan kliennya yaitu Cluring Waterpark. Maka dari itu, dirinya memberikan kesempatan kepada pihak yang menyebarkan berita hoak yang melalui media elektronik untuk meminta maaf dalam waktu 2X 24 jam terhitung sejak kemarin.

“Kita berikan waktu dua kali 24 jam sejak kemarin (Senin, 13/01/2020-red) untuk meminta maaf sebagai etikat baik, karena berita hoak yang tersebar di media elektronik sudah dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Terkait karcis masuk, lanjutnya selama ini sudah melalui kajian yang ada. Dengan terpantau langsung Dinas Pariwisata (Dispar) dan Bapenda Banyuwangi.

“Setiap harinya Cluring Waterpark selalu melaporkan hasil penjualan tiket ke Bapenda dan Dispar, untuk membayar pajak daerah 10 persen,” paparnya.

Selain itu, Bomba Juga Menjelaskan terkait pengelolaan parkir di pinggir jalan atau di rumah warga tersebut dikelola langsung oleh masyarakat. Menurutnya, hal itu sebagai pemberdayaan kepada masyarakat.

“Untuk parkir di area Cluring Waterpark sudah ada izin langsung dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur,” ungkapnya.

Bomba menambahkan, jika memang tidak ada etikat baik untuk meminta maaf tentang penyebaran berita hoak itu, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum baik secara Pidana maupun Perdata.

“Kita akan menempuh jalur hukum jika memang tidak ada meminta maaf atas berita hoax yang tersebar melalui media elektronik tersebut,” tegasnya. (tut/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Trending